Setiap Orang punya cerita berbeda
begitu juga kita
kita samaa.. tapi kita punya sejarah yang beda..
waktu yang singkat ini,menyimpan makna dalam tiap detiknya
kenapa bukan dari dulu??
menyesal mungkin tidak
hanya menyayangkan , kenapa bukan dari dulu setiap detik yang berputar ini punya makna yang berarti?
ada masa dimana kita selalu menangis ..
semua ini sudah lewat dan hampir selesai
canda tawa, senda gurau , cinta kasih .. semua lewat
tinggal sisa beberapa waktu yang bisa dihitung jari
andai setiap pertemuan tidak pernah ada perpisahan,
mungkin kita ga akan merasakan betaapa berartinya seseorang dalam hidup kita
ragaku disini... tapi jiwaku tak pernah pergi dari sana
sisa waktuku tidak akan kubuang tanpa makna
karna masa yang akan datang nanti
ga akan mengulang yang ada sekarang
dan akan selalu ada kisah...
untuk KITA
Saturday, June 8, 2013
Tuesday, May 28, 2013
jejak cerita menuju gunung gede 2958mdpl
"ketika malam semakin mencekam, dituntut keberanian dan
kekuatan untuk bisa menggapai suryanya kala pancaran mentari menyemburkan cahaya sepanjang sisi.. Surya
Kencana"
Emang bener kata orang, sekalinya mendaki gunung pasti bakalan
ketagihan. Begitulah yang ada sekarang. Selalu merindukan suasana diatas
awan.. yang damai.. yang seakan-akan menjadi tempat curhatan dikala kita
melihat langit diatas awan,
Subuh jam 4 dini hari persiapan disalah satu kos, persiapan pun
dilakukan.. sampaisubuh, solat langsung bergegas ke tempat bus pake angkot
jurusan sumedang-cileunyi. Terus naik bus jurusan garut-jakarta tapi yang bukan
lewat tol. Perjalanan memakan waktu 5 jam karena kita muter dulu dijalan kecil
buat nyari penumpang. Biasanya kalo langsung hanya memakan waktu 3 jam aja.
Sampe cibodas jam 10. Singgah di mushola. Sewa angkot buat masuk ke cibodas
untuk ambil simaksi. Tibalah kami di TNGGP taman nasional gunung gede
pangrango. Disana kami ambil simaksi dan makan .. suasana kaya gini ga akan ditemuin
kalo kita ada dijakarta. Suasana yang penuh suara jangkrik dan air terjun.
Makan dan toilet adalah dua hal yang harus diperhatikan sebelum kita mulai
pendakian hahahaha…
Jalur pendakian gede pangrango ini ada 3 yaitu ciboda, gunung
putri dan salabintana. Kali ini kita memilih jalur gunung putri yang bisa
dijangkau 5-6 jam sekita 7 km. kalo lewat cibodas itu sekitar 14 km . carter
angkot dari cibodas menuju gunung putri. Dibawah sempet kita dipindah angkotnya
krena ga semua supir angkot mau narik sampe gunung putri. Tiba-tiba dijalan
hujan deres dan diangkot ini kita berasa off road.. ngetrack ala supir angkot.
Yaa beginilah jalan gunung putri yang berbatu2 untuk sampai kepos penjagaan
gunung putri. Waktu menunjukaan pukul 1. Sampailah kita di pos penjagaan gunung
putri (1450mdpl). Sampe pos penjagaan, abracadabra…. Kita shock.. karena aturan
disana diwajibkan pakai sepatu, kami satupun tidak ada yang pakai sepatu . dan
simaksi kita sedikit bermasalah tapi untungnya bisa dihandle.
Untuk mendaki gunung gede pangrango diwajibkan booking supaya surat izin bisa dikantongi seminggu sebelum rencana [endakian dan seharusnya si diwajibkan pake sepatu. Alhasil ketua harian alias kepala suku kita si koor yang menghandle bareng guide yang bakal ngedampingin kita selama pendakian, akhirnya kita nunggu diwarung sampai jam 8 malam. Alhamdulillah proses perijinan kita clear. Kita start nanjak jam 10 malam (20 mei 2013). Inget waktu dilawu pendakian malam yang mencekam tapi asikk. Karena pendakian malam, kita ga bisa ngeliat pemandangan sekitar. Yang jelas selama perjalanan kita melewati bekas kantor taman nasional yang udah ga kepake lagi sekita 1850mdpl. Perjalanan terus berlanjut yaa meski diselingi break karena udara malam cukup bikini dung ini pilek mendadak. Kata orang. Ada penduduk yang kalo pagi suka jualan nasi uduk sampe ketinggian 2500mdpl bahkan ada yang sampe puncak dan biasanya kalau sabtu minggu karena kita mendaki malem yaa ga akan ketemu. Ketika matahari mulai memancarkan sinarnya, tanpa sadar kita sudah sampe ditempat ngecamp.
Ya! Surya kencana tepat puku 6 pagi.. sunrise
dijalan.. tapi cahanya masih menyebar di alun2 surya kencana. Subhanallah.
Jalur gunung putri ini lumayan menarik karena kita ngelewati banyak sekali
tanjakan dan akar2 pohon.
Untuk mendaki gunung gede pangrango diwajibkan booking supaya surat izin bisa dikantongi seminggu sebelum rencana [endakian dan seharusnya si diwajibkan pake sepatu. Alhasil ketua harian alias kepala suku kita si koor yang menghandle bareng guide yang bakal ngedampingin kita selama pendakian, akhirnya kita nunggu diwarung sampai jam 8 malam. Alhamdulillah proses perijinan kita clear. Kita start nanjak jam 10 malam (20 mei 2013). Inget waktu dilawu pendakian malam yang mencekam tapi asikk. Karena pendakian malam, kita ga bisa ngeliat pemandangan sekitar. Yang jelas selama perjalanan kita melewati bekas kantor taman nasional yang udah ga kepake lagi sekita 1850mdpl. Perjalanan terus berlanjut yaa meski diselingi break karena udara malam cukup bikini dung ini pilek mendadak. Kata orang. Ada penduduk yang kalo pagi suka jualan nasi uduk sampe ketinggian 2500mdpl bahkan ada yang sampe puncak dan biasanya kalau sabtu minggu karena kita mendaki malem yaa ga akan ketemu. Ketika matahari mulai memancarkan sinarnya, tanpa sadar kita sudah sampe ditempat ngecamp.
Bagi yang phobia ketinggian mungkin kumat kali yaa ketika kita
turun melewati jalur terjal ini. Yang kanan kirinya jurang. Malamnya kita
ngecamp di kampung batu .. setelah lewati kampung badak yang ternyata udah ada
sekitar 3 tenda sudah berdiri. Kami turun lagi kekandang batu. Kebetulan dapat
tempat pas disamping airhangat yang kalo kebawah lagi mengalir air panas
terletak 5,3 km dari cibodas… udah deket nii untuk sampai dipos cibodas…
ngecamp semalam besok paginya main-main disungai air hangat. Makakn,
bersih-bersih jam 10 siang kita persiapan turun.
Break dipersimpangan antara jalan pulang dan air terjun cibereum.
Setengah menunggu diposko yang lainnya pergi ke air terjun cibereum yang punya
ketinggian 50 meter sekitar 2,8 km dari cibodas… tadinya ga niat kesana, karena
kehausan mau gam au ambil minum disana. Balik ke pos hujaan ..keluarkan ponco
ya! Siaaapp turuunn…. Satu lagi yang bisa dikunjungi sebelum sampe cibodas
yaitu telaga biru. Katanya kenapa disebut telaga biru karena ada ganggang biru
didalamnya. Danau kecil berukuran sekitar 5 hektar di ketinggian 1575mdpl yaa
sekitar 1,5km dari pintu masuk cibodas.
Rasanyaa 2 hari 2 malam perjalanan ini lewat gitu aja.. canda tawa
perjuangan mencapai puncak udah lewat satu persatu. Lukisan gede dari bawah
langit cibodas terlihat jelas.. see you next time gede summit!
Sampe dicibodas jam 1 .makan , foto, beli oleh-oleh and oke cuss
pulaang.. bersih-bersih sebelum pulang and solat . nunggu bus dan jam 6 kita
baru dapet bus jurusan yang sama jaya kita berangkat garut-jakarta.biaya 20rb
sampe cileunyi jam 9 malem.. yaa renggangkan kaki sejenakk…
Ga sabar nunggu trip berikutnya… semoga ada kesempatan ya Allah..
Amin
Thanks for gede summit!
Thursday, April 4, 2013
ulasan video "SELAMATKAN INDONESIA" _ Agenda Mendesak Bangsa -Mohammad Amien Rais
Dalam sejarah perkembangan
bangsa Indonesia, ditengah derita penjajahan asing yang tidak pernah membuat
kemajuan yang sesungguhnya tibalah 20Mei 1908 sebagai suatu momentum awal untuk
selamatkan Indonesia. Putra-putri terbaik bangsa terpanggil untuk memikirkan
kebangkitan bangsa ini yang kemudian kita kenal sebagai Hari Kebangkita
Nasional. Dari semangat dan kekuatan kebangkitan nasional yang pertama itu,
lahirnya perjuangan panjang untuk meraih kemerdekaan sebagai langkah pertama
Selamatkan Indonesia. Untuk mencapai cita-cita bernegara bangsa Indonesia
dikaruniai modal dasar pembangunan berupa penduduk yang bhineka dari sabang
sampai merauke namun menjadi tunggal ika oleh perekat pancasila, Indonesia,
serta sang saka merah putih. Karunia lainnya yaitu nusantara yang kaya akan
hasil laut, pertanian subur, berlimpah ruah sumber minyak serta hasil tambang.
Cadangan minyak Indonesia sekita 8,6 miliyar barel dengan tingkat produksi
kurang lebih 400 juta barel per tahun. Cadangan gas bumi mencapai 185,8 triliun
kaki kubik dengan tingkat produksi
kurang lebih 3 triliun kaki kubik per tahun. Negeri ini dipenuhi dengan sebaran
sumberdaya batu bara, mineral logam utama, serta mineral industry. Ibu pertiwi
memiliki sumber daya dan cadangan mineral logam dan energy yang semuanya berada
di peringkat 2 hingga 9 besar di seluruh dunia.
Lalu
apa yang terjadi setelah satu abad kebangkitan nasional? Indonesia kini
mempunyai hutang lebih dari 148 miliar dolar. Jumlah penduduk miskin anak
bangsa ini mencapai 39,05 juta jiwa atau sekitar 17,5% (menurut BPS). Itu jika
garis kemiskinan 153 rupiah perkapita perbulan. Jika garis kemiskinan
dinyatakan sekitar 540 ribu perkapita perbulan sesuai standar bank dunia, maka
jumlah anak bangsa yang terperangkap kemiskinan mencapai 109 juta jiwa atau
49,5% atau nyaris setengahnya. Sementara itu jumlah pengangguran terbuka 12
juta orang dan mereka yang tergolong setengah pengangguran hamper 30 juta jiwa.
Menurut penuturan Menteri Kesehatan, 4,1 juta bayi atau
20% menderita gizi kurang dan 8% diantaranya menderita gizi buruk (seputar
Indonesia 10/3/08). Bagaimana nasib Bangsa Indonesia yang ingin menikmati
pendidikan sebagai syarat kebangkitan bangsanya? Data dari depdiknas sebagai
hasil rembugnas pendidikan Juni 2007 menunjukkan pada 2003 ada 531.186 ruang
kelas yang rusak. Dari jumlah itu 360.219 ruang sudah diperbaiki, sisanya
170.967 akan diperbaiki sebagai program 2008 (kompas 02/05/08). Di ibukota saja
dari 2552 SD dan SMP ada 437 diantaranya rusak total.dari 437 tersebut, hanya
22 yang bisa di rehab total dengan APBD DKI Jakarta 2008, sisanya terpaksa
disegel karena membahayakan siswa (media Indonesia 26/02/08).
Bagaimana
dengan infrastruktur?
Ambil
contoh untuk jalan nasional, dari total panjang jalan nasional saat ini 34.628
km, 2770 km diantaranya rusak ringan dan 3844km dalam kondisi rusak parah.
Akibatnya bukan hanya kerugian ekonomi, yang bisa mencapai puluhan miliar
rupiah dan tersendatnya mobilitas social tetapi juga banyak jiwa yang harus
melayang. Data YLKI menyebutkan bahwa selama januari- maret 2008, tidak kurang
dari 35 orang tewas di Jakata. Sedangkan dari total korban lalulintas secara
nasional yang mencapai 30rb jiwa pertahun, 3000 orang diantaranya meninggal
akibat kondisi jalan rusak (media Indonesia 06/05/08). Kenapa nasib pedih ini
menimpa bangsa yang dikaruniai berlimpah ruah kekayaan alam dan telah pula
menyatakan kebangkitan nasional 1 abad lalu ternyata dari 1 juta barel produksi
minyak nasional perhari, hanya 70rb barel yang produksi pertamina, 75rb
produksi medko dan sisanya 855ribu barel perhari ditangan produsen asing. 90%
dari kontrak kerjasama produksi dikuasai asing. Lebih hancur lagi, sector
pertambangan tembaga dan emas sudah hamper 100% dikuasai asing.
Contoh
yang fenomenal yang nyaris tidak bisa diterima akal sehat, tapi masih
berlangsung sampai detik ini adalah Freeport. Ini adalah tambang mineral
terbesar yang menguras 300 ton bijih perhari, sekaligus menghancurkan 3
ekosistem , 3 sungan besar dan laut arafura. Padahal royalti yang diterima dari
penjualan bersih tergolong sangat-sangat kecil yaitu 1 hingga 3,5% untuk
konsentra tembaga dan 1% fixed untuk emas dan perak. Lebih gila lagi iuran
tetap untuk wilayah pertambangan hanya berkisar 225 rupiah – 27 ribu rupiah/
hektar pertahun. Sangat jauh lebih rendah dibandingkan dengan sewalahan tanah
oleh petani penggarap termurah sekalipun. Kebodohan ini berjalan terus seiring
jatuhnya wilayah-wilayah migas yang sangat potensial kepada pihak-pihak asing.
Contoh
terkini adalah blok cepu dengan cadangan minyak minimal 600jt per barel dan 2
triliun kaki kubik gas, maka pada harga minyak 60 dolar perbarel dan gas 3
dolar/ MMBTU nilainya sekitar 387 triliun rupiah. Seandainya blok cepu
sepenuhnya di kuasakan kepada pertamina untuk mengelolanya dengan asumsi harga
minyak 90 dolar/barel dan harga gas 15 dolar per MMBTU, maka nilai blok cepu
dapat mencapai 576 triliun rupiah apalagi jika harga minyak terus naik diatas
angka 100/ 110 dolar per barel seperti yang terjadi belakangan ini. Lihat pula
kontrak penjualan LNG tangguh ke Fujian china sebesar 2,6 juta ton per tahun
dengan harga 3,35 dolar per MMBTU selama 25 tahun yang sesungguhnya merugikan
bangsa ini 350 triliun rupiah. Belum lagi kontrak bagi hasil natuna blok
d-alpha dengan porsi bagi hasil sebelum pajak : 100% untuk exxon mobil 80%
untuk pemerintah. Artinya pemerintah sama sekali tidak mempunyai hak atas hasil
produksi gas secara fisik kaena pemerintah hanya akan mendapatkan penerimaan
gas dalam negeri dari natuna blok d-alpha tidak ada sama sekali.
Bagaimana
dengan nasib hutan Indonesia ?
Kantor
berita Reuters menyebutkan bahwa 72% hutan Indonesia telah musnah, sementara
setengah dari sisanya terancam punah akibat pembalakan komersial, yang mungkin
saja istilah lain dari illegal loging, juga akibat kebakaran hutan dan
penggunaan untuk perkebunan sawit. Guinness book of records, tahun 2008
menyebutkan Indonesia memegang kekuasaan dunia penggundulan hutan. Sedangkan
greenpeace menyatakan selama tahun 2000-2005, Indonesia merupakan Negara
tercepat dalam menggunduli hutannya, setiap hari hutan seluas 300 kali lapangan
sepak bola amblas untuk selama-lamanya. Kecepatan ini sekarang pasti menurun,
karena hutan yang tersisa tinggal sedikit. Sudah tidak memungkinkan kenduri
besar lagi.
Kenapa
Undang-undang dan peraturan tidak mampu mencegah dan menjaga harta kekayaan ibu
pertiwi?
Justru
yang terjadi adalah sebaliknya beberapa peraturan dan UU malah cenderung
menjual Negara. Misalnya UU No. 25 tahun 2007 tentang penanaman modal serta
Perpres No. 77 tahun 2007. Bahkan kiini ada 44 BUMN strategis yang akan dijual.
Akhirnya apa kabar segenap tanah air dan tumpah darah Indonesia? Dekitas 46,8%
muatan laut dalam negeri dikuasai oleh kapal bendera asing, bahkan 96,6% muatan
angkutan laut diambil kapal asing. Mungkin para politisi bisa mengatakan itulah
semuanya hasil dari investasi internasional/manfaat dari pergaulan global
tetapi jika demikian kenapa di dalam lubuk hati anak bangsa yang jujur justru
terdengar tangisan ibu pertiwi. Kenapa setelah 100 tahun kebangkitan nasional,
air mata ibu pertiwi semakin berlinang? Ibu pertiwi yang dulu kaya raya untuk
membesarkan unek-unek bangsa yang dicintainya kini sedang sudah merintih
berdoa. Padahal sesungguhnya dalam lanjutan lagu tersebut yang anehnya jarang
dinyanyikan sampai selesai terdapat jawaban ibu pertiwi. Akan tiba suatu masa
dimana putra-putri yang berhati tulus akan berkata, lihatlah ibu pertiwi kami
datang berbaktiuntuk menggembirakan ibu, karena kami tetap cinta ibu dan selalu
setia maka kami akan bangkit menjaga harta pusaka untuk nusa dan bangsa. Ibu pertiwi,
sekarang menggelegar keudara : teriakkan dan kepal putra-putri ibu untuk Selamatkan Indonesia.
wanna see the video of this ..
check it out http://www.youtube.com/watch?v=271DctLuq1w
check it out http://www.youtube.com/watch?v=271DctLuq1w
we called it BADUY - Banten, Indonesia...
Serunya potret alam dan masyarakat kenekes di baduy -banten ... melewati kurang lebih 7 bukit untuk sampai di baduy dalam. ketika sampai di baduy dalam , ada beberapa keunikan yang ada pada suku pedalaman ini yaitu
- rumah yang dibangun dengan dtidak menggunakan paku di tiap tiang dan didingnya ( khusu baduy dalam)
- tidak ada listrik ( penerangan , dll)
- bentuk rahang muka yang khas
- pakaian identik dengan warna hitam dan putih
- kamar mandi langsung disungai ( ada sii tempat untuk wanita menggunakan sekat dari anyaman bambu )
- berjalan tidak menggunakan alsa kaki ( sandal- sepatu )
etc..
dimana lagi ngerasain pukul 7 malam tidak ada penerangan lagi kecuali lampu minyak yang itu pun cuma 1 ditiap rumah...
jelajah sendirii lah yaa..
so.. What attracted you to add list in your next exciting trip ?
lets see our journey..
visit it http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2924076456265.2117622.1091481408&type=3
Sunday, March 17, 2013
time is experience...
saat ini.. gw ada di tingkat empat.. semester 7 menuju semester 8..
you know what? ga kerasa semua berjalan begitu cepat, kilas balik perjalanan ge.. sepertinya baru kemarin lapangan itu gw tapaki diterpa panasnya matahari *pengukuhan muda praja* dimana layaknya seorang bayi yang baru lahir... tahap awal menapaki jejak-jejak ilmu pemerintahan yang basicnya gw sama sekali ga punya... *faktorjurusanIPA*..
well.. semuanya berjalan begituuuuu cepatnya..
sampai akhirnya gw sadar.. kebersamaan gw sama temen-temen gw yang asalnya dari ujung keujung *aceh-papua* cuma tinggal beberapa bulan lagi..
ada perkenalan dan ada perpisahan dan gw amat sangat menghidari kata perpisahan selama gw masih bisa ketemu.. as long as possible ya kan..
dan lebih sadar lagi.. temen-temen gw ini ga bisa gw kunjungi kaya rumah yang ada dikomplek (door to door aja bisa seharian bolak balik)... temen-temen gw jauuuuuuuuuuuuh... bukan maksud buat menyesali kenapa dulu gw ga berusaha buat ngenal semua prang yang ada dikampus gw, tapi yaa you know lah yaa. orang yang bisa jadi partner kita kan ga semua.. tipe gw? ya gw mungkin agak membenci sifat gw yang agak memilih tapi memilih dalam artian bukan gw ga mau temenan sama semua orang... tapi kita bisa deket sama orang if we are comfort when we share something ..dan ga semua punya itu..
gw ga sabar buat nunggu wisuda dan pengukuhan gw, tapi saat itu juga gw harus pisah sama temen-temen gw yang rata2 semua beda provinsi... can i??..
time can answer it ... kalo aja ada pintu doraemon yang bisa kemana aja.. mungkin ga akan ada pesawat, kapal laut, kereta etc..but its the fact, and time is come ...
kita ga akan tau kehidupan kita selanjutnya bakal kaya apa..
ini yang membuat gw sangat amat menghargai waktu yang tersisa beberapa bulan ini..
time is experience... waktu adalah pengalaman .. pengalaman ini cuma kita dan ALLAH yang tahu...
i try to manage my time as long as i can ..
dream it. wish it. and do it..
ini seperti mimpi yang sebentar lagi kita akan bangun dan menapaki kehidupan yang nyata meskipun sekarang ini memang nyata..
bergunalah bagi orang lain selagi kamu bisa, jangan pernah berpikir apa yang akan mereka berikan pada kita ketika kita membantu mereka..
friends... wherever you are whatever you do.. i always here ....
Subscribe to:
Posts (Atom)


